Taat Dan Maksiat Tidak Berguna Bagi Allah SWT
Dalam ajaran Islam, kita meyakini bahwa taat dan maksiatnya manusia sama sekali tidak memberi manfaat ataupun mudarat bagi Allah ﷻ. Allah Maha Sempurna, Maha Kaya, dan tidak membutuhkan makhluk-Nya. Di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ
“Wahai manusia, kamulah yang membutuhkan Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”
(QS. فاطر: 15)
Ayat ini menegaskan bahwa kitalah yang bergantung kepada Allah, bukan sebaliknya. Ketaatan kita tidak menambah kemuliaan Allah, dan kemaksiatan kita tidak mengurangi kekuasaan-Nya sedikit pun.
Dalam sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah berfirman:
يَا عِبَادِي، إِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا ضُرِّي فَتَضُرُّونِي، وَلَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِي فَتَنْفَعُونِي
“Wahai hamba-Ku, kalian tidak akan mampu memberi mudarat kepada-Ku sehingga kalian dapat memudaratkan-Ku, dan tidak pula mampu memberi manfaat kepada-Ku sehingga kalian dapat memberi manfaat kepada-Ku.”
Hadits ini sangat jelas menunjukkan bahwa seluruh amal manusia kembali kepada dirinya sendiri. Jika kita taat, kebaikannya untuk kita. Jika kita bermaksiat, keburukannya pun akan kembali kepada kita.
Allah ﷻ juga berfirman:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا
“Barang siapa berbuat kebaikan, maka itu untuk dirinya sendiri; dan barang siapa berbuat keburukan, maka itu atas dirinya sendiri.”
(QS. فصلت: 46)
Maka hakikatnya, taat adalah kebutuhan kita. Shalat, puasa, sedekah, dan amal saleh bukan untuk kepentingan Allah, tetapi untuk membersihkan jiwa, menenangkan hati, dan menyelamatkan kita di akhirat. Sebaliknya, maksiat bukan merugikan Allah, melainkan merusak hati dan mendatangkan akibat buruk bagi pelakunya.
Memahami hal ini akan melahirkan sikap tawadhu’ dan ikhlas. Kita beribadah bukan karena Allah membutuhkan kita, tetapi karena kita sangat membutuhkan rahmat dan ampunan-Nya. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang sadar diri dan gemar dalam ketaatan.

Komentar
Posting Komentar