Surat Yāsīn Dibaca Saat Ziarah dan Dihadiahkan untuk Orang Meninggal: Mengapa Bukan Surat Lain?
Di tengah tradisi kaum Muslimin, membaca Surat Yāsīn ketika ziarah kubur atau menghadiahkannya kepada orang yang telah wafat adalah amalan yang sangat masyhur. Tidak sedikit yang kemudian bertanya, “Mengapa harus Surat Yāsīn? Bukankah bisa surat lain saja?” Pertanyaan ini wajar, dan Islam adalah agama ilmu—segala amalan tentu memiliki landasan, makna, dan hikmah. Surat Yāsīn memiliki kedudukan khusus dalam Al-Qur’an. Rasulullah ﷺ menyebutnya sebagai jantung Al-Qur’an , sebagaimana dalam hadits: إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا، وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يس “Sesungguhnya segala sesuatu memiliki hati, dan hati Al-Qur’an adalah Yāsīn.” (HR. at-Tirmidzi, meskipun para ulama berbeda pendapat tentang derajatnya, namun diamalkan dalam fadha’il a‘mal) Surat Yāsīn mengandung inti akidah Islam: tauhid, kerasulan, hari kebangkitan, dan balasan amal. Tema-tema inilah yang sangat relevan ketika mengingat kematian, alam kubur, dan akhirat. Saat seseorang berziarah atau menghadiahkan bacaan kepada m...