Siapa yang Tetap Jadi Pemalas Maka Keinginannya Tidak Tercapai

Islam adalah agama yang mendorong umatnya untuk aktif, berusaha, dan tidak larut dalam kemalasan. Sikap malas bukan hanya menghambat urusan dunia, tetapi juga dapat merugikan kehidupan akhirat. Seseorang yang terus-menerus menunda amal, enggan berikhtiar, dan hanya berangan-angan tanpa usaha, maka keinginannya sulit tercapai. Dalam Islam, harapan harus disertai dengan kerja nyata dan kesungguhan, karena Allah ﷻ menetapkan hasil sebanding dengan usaha hamba-Nya.

Allah ﷻ menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa setiap manusia akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang ia usahakan. Allah berfirman:
﴿وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَى﴾
“Dan bahwa manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An-Najm: 39). Ayat ini menjadi dalil yang jelas bahwa keinginan tanpa usaha hanyalah angan-angan kosong. Orang yang malas berarti memutus sebab-sebab datangnya keberhasilan, sehingga wajar bila tujuan hidupnya tidak tercapai.

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan umatnya untuk menjauhi sifat malas dan lemah semangat. Dalam sebuah hadits beliau bersabda:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Doa ini menunjukkan bahwa kemalasan adalah sifat tercela yang harus dilawan, karena dapat menghalangi seseorang dari kebaikan dan keberhasilan.

Selain itu, Islam mencela sikap hanya berangan-angan tanpa amal. Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata, “Bukanlah iman itu dengan angan-angan, tetapi apa yang tertanam di hati dan dibuktikan dengan amal.” Maka, siapa yang terus memelihara kemalasan, ia akan tertinggal dari kebaikan, tertutup dari peluang, dan keinginannya hanya akan berhenti sebagai harapan tanpa hasil.

Dengan demikian, Islam mengajarkan keseimbangan antara tawakal dan ikhtiar. Keinginan yang besar harus diiringi dengan usaha yang sungguh-sungguh dan doa yang tulus. Kemalasan adalah penghalang utama tercapainya cita-cita, sedangkan kesungguhan adalah jalan menuju keberkahan dan pertolongan Allah ﷻ. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang rajin beramal, kuat berusaha, dan dijauhkan dari sifat malas dalam menjalani kehidupan. Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna Kedalaman Cinta Rasulullah ﷺ dalam Doa

Agar Tidak Ujub Dengan Dirinya Sendiri

Indahnya Menikah dengan yang Paham Agama