Kenapa Hilang Nikmat ibadah ?
Nikmatnya ibadah adalah karunia besar dari Allah. Ketika seseorang merasa ringan shalat, senang membaca Al-Qur’an, dan hatinya tenang saat berdzikir, itu tanda hatinya hidup. Namun terkadang seorang muslim merasakan ibadah menjadi berat, terasa kering, dan tidak lagi menghadirkan ketenangan. Hilangnya nikmat ibadah sering kali menjadi tanda bahwa hati sedang tertutup oleh dosa atau kelalaian. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an: وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ “Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri.” (QS. Asy-Syura: 30) Para ulama menjelaskan bahwa di antara musibah terbesar bagi seorang hamba adalah ketika ia kehilangan manisnya ibadah. Dosa yang dilakukan, baik kecil maupun besar, dapat mengeraskan hati sehingga sulit merasakan kelezatan dalam beribadah. Rasulullah ﷺ bersabda: إِنَّ الْعَبْدَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ “Sesungguhnya seorang hamba bisa terhalang dari rezeki karena dosa yan...