Perjalanan Isra' Mi'raj Rasulullah ﷺ

 

Isra' Mi'raj merupakan salah satu mukjizat terbesar yang Allah ﷻ anugerahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Peristiwa agung ini menjadi bukti kekuasaan Allah sekaligus penghibur bagi Rasulullah ﷺ setelah beliau mengalami masa yang penuh ujian, seperti wafatnya istri beliau, Sayyidah Khadijah رضي الله عنها, dan paman beliau, Abu Thalib, serta penolakan dakwah di Thaif.

Isra' adalah perjalanan Rasulullah ﷺ pada malam hari dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis. Sedangkan Mi'raj adalah perjalanan beliau dari Masjidil Aqsa naik menembus langit hingga ke tempat yang Allah kehendaki, sebagai bentuk kemuliaan yang diberikan kepada beliau.

Allah ﷻ berfirman:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

(QS. Al-Isra': 1)

Dalam perjalanan Isra', Rasulullah ﷺ menaiki Buraq, kemudian memimpin shalat para nabi di Masjidil Aqsa. Peristiwa ini menunjukkan kedudukan beliau sebagai penutup para nabi dan rasul.

Pada peristiwa Mi'raj, Rasulullah ﷺ bertemu dengan beberapa nabi di setiap lapisan langit, di antaranya Nabi Adam, Nabi Isa, Nabi Yahya, Nabi Yusuf, Nabi Idris, Nabi Harun, Nabi Musa, dan Nabi Ibrahim عليهم السلام. Beliau juga diperlihatkan berbagai tanda kebesaran Allah serta beberapa gambaran balasan bagi orang yang taat maupun yang bermaksiat.

Salah satu hikmah terbesar dari Isra' Mi'raj adalah diwajibkannya shalat lima waktu. Pada awalnya Allah mewajibkan lima puluh kali shalat dalam sehari semalam. Atas saran Nabi Musa عليه السلام, Rasulullah ﷺ memohon keringanan hingga akhirnya Allah menetapkan lima waktu shalat, namun dengan pahala seperti lima puluh kali.

Rasulullah ﷺ bersabda mengenai shalat:

رَأْسُ الْأَمْرِ الْإِسْلَامُ، وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ

“Pokok segala urusan adalah Islam, dan tiangnya adalah shalat.”

(HR. Tirmidzi)

Peristiwa Isra' Mi'raj mengajarkan bahwa shalat bukan sekadar kewajiban, melainkan anugerah yang diterima langsung oleh Rasulullah ﷺ dalam perjalanan yang penuh kemuliaan. Oleh karena itu, shalat memiliki kedudukan yang sangat istimewa dibandingkan ibadah-ibadah lainnya.

Selain itu, Isra' Mi'raj juga mengajarkan bahwa pertolongan Allah selalu datang setelah kesulitan. Setelah Rasulullah ﷺ menghadapi berbagai ujian berat, Allah memuliakan beliau dengan perjalanan luar biasa yang menguatkan hati dan meneguhkan dakwahnya.

Allah ﷻ berfirman:

لَقَدْ رَأَىٰ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَىٰ

“Sungguh, dia telah melihat sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.”

(QS. An-Najm: 18)

Kesimpulannya, Isra' Mi'raj adalah mukjizat yang menunjukkan kebesaran Allah dan kemuliaan Rasulullah ﷺ. Peristiwa ini mengajarkan pentingnya keimanan kepada perkara gaib, mengingatkan akan kedudukan shalat sebagai tiang agama, serta memberikan harapan bahwa setelah setiap kesulitan akan datang pertolongan dari Allah. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang menjaga shalat, meneladani akhlak Rasulullah ﷺ, dan senantiasa istiqamah di jalan yang diridhai Allah ﷻ. Aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Makna Kedalaman Cinta Rasulullah ﷺ dalam Doa

Indahnya Menikah dengan yang Paham Agama

Agar Tidak Ujub Dengan Dirinya Sendiri