Postingan

Ulama vs Intelektual

Gambar
  Dalam kehidupan masyarakat, istilah ulama dan intelektual sering kali digunakan untuk menyebut orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan. Meskipun keduanya sama-sama berperan dalam mencerdaskan kehidupan manusia, keduanya memiliki fokus, tanggung jawab, dan kedudukan yang berbeda. Islam memandang bahwa ilmu merupakan kemuliaan, namun ilmu yang paling utama adalah ilmu yang mendekatkan manusia kepada Allah ﷻ dan membimbingnya menuju keselamatan dunia serta akhirat. Ulama adalah pewaris para nabi yang menguasai ilmu-ilmu syariat, memahami Al-Qur'an dan sunnah, serta mengamalkan ilmunya dengan penuh ketakwaan. Seorang ulama tidak hanya memiliki keluasan ilmu, tetapi juga akhlak yang mulia, keikhlasan, serta tanggung jawab untuk membimbing umat menuju jalan yang benar. Adapun intelektual adalah seseorang yang memiliki kemampuan berpikir kritis dan mendalam dalam bidang tertentu, seperti pendidikan, sains, ekonomi, hukum, sosial, atau bidang lainnya. Peran intelektual sangat pentin...

Tugas Kiai Menjadi Bengkel Umat

Gambar
  Kiai memiliki kedudukan yang mulia dalam kehidupan umat Islam. Ia bukan sekadar seorang pengajar ilmu agama, tetapi juga pembimbing, pendidik, penengah, dan teladan dalam kehidupan bermasyarakat. Kehadiran seorang kiai di tengah umat ibarat sebuah bengkel yang memperbaiki kerusakan hati, meluruskan pemahaman, membimbing akhlak, dan menguatkan keimanan. Karena itulah, tugas seorang kiai bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga memperbaiki manusia agar semakin dekat kepada Allah ﷻ. Allah ﷻ berfirman: فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَائِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ “Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga diri.” (QS. At-Taubah: 122) Ayat ini menunjukkan bahwa orang-orang yang mendalami ilmu agama memili...

Janji Allah bagi Orang yang Sungguh-Sungguh Belajar

Gambar
 Menuntut ilmu adalah ibadah yang memiliki kedudukan sangat mulia dalam Islam. Allah ﷻ memerintahkan setiap muslim untuk belajar agar mengenal-Nya, memahami syariat-Nya, dan mampu mengamalkan agama dengan benar. Orang yang bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu tidak akan disia-siakan oleh Allah. Setiap langkah, waktu, dan pengorbanannya bernilai ibadah serta menjadi jalan menuju kemuliaan di dunia dan akhirat. Allah ﷻ berfirman: يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ “Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11) Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu menjadi sebab diangkatnya derajat seorang hamba di sisi Allah. Kemuliaan tersebut bukan hanya berupa penghormatan dari manusia, tetapi juga keberkahan hidup, keluasan pemahaman, dan pahala yang besar di akhirat. Semakin dalam ilmu yang dipelajari dan semakin ikhlas niatnya, semakin besar pula keutamaan y...

Sanad Ilmu yang Tersambung kepada Rasulullah ﷺ

Gambar
 Sanad merupakan salah satu keistimewaan umat Islam yang tidak dimiliki oleh umat-umat terdahulu dalam bentuk yang sama. Sanad adalah mata rantai penyampaian ilmu dari seorang guru kepada muridnya secara berkesinambungan hingga bersambung kepada Rasulullah ﷺ. Dengan adanya sanad, kemurnian ajaran Islam tetap terjaga, sehingga ilmu yang dipelajari memiliki asal-usul yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Islam mengajarkan bahwa ilmu agama harus diambil dari orang-orang yang memiliki ilmu, amanah, dan akhlak yang baik. Sebab agama bukanlah sekadar hasil pemikiran manusia, tetapi merupakan wahyu yang diturunkan oleh Allah ﷻ kepada Rasulullah ﷺ, kemudian diwariskan kepada para sahabat, tabi'in, tabi'ut tabi'in, hingga para ulama dari generasi ke generasi. Allah ﷻ berfirman: فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ “Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43) Ayat ini mengajarkan bahwa dalam urusa...

Membedakan Urusan Pokok (Ushul) dan Cabang (Furu') dalam Agama

Gambar
  Dalam memahami ajaran Islam, seorang muslim perlu mengetahui perbedaan antara ushul (pokok-pokok agama) dan furu' (cabang-cabang hukum). Memahami perbedaan ini akan membantu seseorang bersikap bijaksana dalam menyikapi perbedaan pendapat, menjaga persatuan umat, serta menempatkan setiap persoalan pada kedudukannya. Apa yang Dimaksud dengan Ushul? Ushul adalah prinsip-prinsip dasar agama yang menjadi fondasi keimanan. Di antaranya adalah keimanan kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab Allah, para rasul, hari akhir, dan qadha serta qadar. Termasuk pula kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan secara tegas dalam Al-Qur'an dan sunnah, seperti kewajiban shalat, puasa Ramadan, zakat, dan haji bagi yang mampu. Allah ﷻ berfirman: لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ... “Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, tetapi kebajikan ialah orang yang berima...

Perjalanan Isra' Mi'raj Rasulullah ﷺ

Gambar
  Isra' Mi'raj merupakan salah satu mukjizat terbesar yang Allah ﷻ anugerahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Peristiwa agung ini menjadi bukti kekuasaan Allah sekaligus penghibur bagi Rasulullah ﷺ setelah beliau mengalami masa yang penuh ujian, seperti wafatnya istri beliau, Sayyidah Khadijah رضي الله عنها, dan paman beliau, Abu Thalib, serta penolakan dakwah di Thaif. Isra' adalah perjalanan Rasulullah ﷺ pada malam hari dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis. Sedangkan Mi'raj adalah perjalanan beliau dari Masjidil Aqsa naik menembus langit hingga ke tempat yang Allah kehendaki, sebagai bentuk kemuliaan yang diberikan kepada beliau. Allah ﷻ berfirman: سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ “Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa...

Perbedaan Manusia dan Setan dalam Berbuat Salah

Gambar
Salah dan dosa adalah bagian dari ujian kehidupan manusia. Tidak ada manusia yang luput dari kekhilafan, karena manusia diciptakan dengan kelemahan dan memiliki hawa nafsu. Namun, yang membedakan manusia dengan setan bukanlah pernah atau tidak pernah berbuat salah, melainkan bagaimana sikap setelah melakukan kesalahan. Allah ﷻ menciptakan manusia dengan kemampuan untuk bertobat, memperbaiki diri, dan kembali kepada jalan yang benar. Sebaliknya, setan memilih kesombongan, menolak kebenaran, dan terus membangkang kepada Allah. Rasulullah ﷺ bersabda: كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ “Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi) Hadits ini memberikan harapan bahwa Islam tidak menuntut manusia menjadi tanpa dosa, tetapi mengajarkan agar setiap kesalahan diikuti dengan taubat yang tulus dan usaha memperbaiki diri. Perhatikan kisah Nabi Adam عليه السلام dan iblis. Keduanya p...

Pentingnya Ilmu Fikih bagi Tokoh Beragama

Gambar
  Seorang tokoh agama memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing umat. Oleh karena itu, ia tidak cukup hanya memiliki semangat berdakwah atau kemampuan berbicara, tetapi juga harus memiliki pemahaman yang benar terhadap ilmu agama, terutama ilmu fikih. Dengan ilmu fikih, seorang tokoh agama dapat menjelaskan hukum-hukum syariat secara tepat, bijaksana, dan sesuai dengan dalil serta kaidah para ulama. Fikih adalah ilmu yang membahas hukum-hukum syariat yang berkaitan dengan ibadah, muamalah, keluarga, hingga kehidupan sosial. Pemahaman fikih membantu seorang muslim mengetahui bagaimana cara beribadah dan bermuamalah sesuai tuntunan Al-Qur'an dan sunnah. Allah ﷻ berfirman: فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَائِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ “Mengapa tidak pergi dari setiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama, lalu memberi peringa...

Nikmat Teragung: Anak yang Saleh

Gambar
Di antara berbagai nikmat yang Allah ﷻ anugerahkan kepada seorang hamba, memiliki anak yang saleh adalah salah satu karunia yang paling besar. Harta dapat habis, jabatan dapat berakhir, dan kesehatan dapat berkurang, tetapi anak yang saleh dapat menjadi penyejuk hati di dunia dan investasi amal yang terus mengalir hingga akhirat. Allah ﷻ berfirman: الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal-amal kebajikan yang kekal lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS. Al-Kahfi: 46) Ayat ini mengajarkan bahwa anak adalah perhiasan kehidupan. Namun, keindahan itu akan menjadi nikmat yang sempurna apabila anak dibimbing menjadi pribadi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Anak yang saleh bukan hanya membanggakan orang tuanya di dunia, tetapi juga menjadi sebab datangnya rahmat Allah di akhirat. Ras...

Pentingnya Ilmu & Sanad dalam Beragama

Gambar
 Islam adalah agama yang dibangun di atas ilmu. Keimanan, ibadah, akhlak, dan muamalah tidak boleh didasarkan pada prasangka atau sekadar mengikuti pendapat tanpa dasar. Karena itu, para ulama sejak generasi sahabat hingga sekarang sangat menjaga sanad (rantai periwayatan dan transmisi ilmu) agar ajaran Islam tetap terpelihara sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ. Allah ﷻ berfirman: فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ “Maka ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah.” (QS. Muhammad: 19) Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu didahulukan sebelum ucapan dan perbuatan. Seorang muslim hendaknya belajar terlebih dahulu agar ibadah dan amalnya sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Sanad adalah salah satu keistimewaan umat Islam. Melalui sanad, ilmu agama diwariskan dari guru kepada murid secara berkesinambungan hingga sampai kepada Rasulullah ﷺ. Dengan adanya sanad, keaslian ajaran dapat dijaga, dan umat lebih mudah membedakan antara ilmu y...

Nasihat tentang Kematian dan Jabatan

Gambar
 Kematian adalah kepastian yang akan dialami oleh setiap manusia, sedangkan jabatan hanyalah amanah yang bersifat sementara. Banyak orang menghabiskan seluruh tenaga untuk mengejar kedudukan, kehormatan, dan kekuasaan, tetapi lupa bahwa semua itu akan ditinggalkan ketika ajal datang. Tidak ada seorang pun yang dapat membawa jabatan ke alam kubur. Yang menemani hanyalah iman, amal saleh, dan rahmat Allah ﷻ. Allah ﷻ berfirman: كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ “Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati, kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. Al-'Ankabut: 57) Ayat ini mengingatkan bahwa kematian adalah pintu menuju kehidupan akhirat. Tidak ada perbedaan antara pemimpin dan rakyat, orang kaya dan orang miskin, pejabat maupun masyarakat biasa. Ketika ajal tiba, semua kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya. Jabatan dalam Islam bukanlah simbol kemuliaan, melainkan amanah yang kelak akan dimintai pertanggun...

Mengapa Berkah Itu Penting di Akhir Zaman?

Gambar
 Di akhir zaman, manusia hidup di tengah kemajuan teknologi, melimpahnya informasi, dan berbagai kemudahan. Namun, di sisi lain, banyak orang merasa hidupnya semakin sempit, waktu terasa cepat berlalu, harta bertambah tetapi ketenangan berkurang, dan hubungan antarmanusia semakin renggang. Dalam kondisi seperti ini, yang paling dibutuhkan bukan sekadar banyaknya nikmat, melainkan keberkahan dari Allah ﷻ. Berkah adalah kebaikan yang terus bertambah, tetap, dan membawa manfaat. Sesuatu yang berkah tidak selalu banyak jumlahnya, tetapi cukup, menenteramkan hati, dan menjadi sebab kebaikan bagi diri sendiri maupun orang lain. Sebaliknya, sesuatu yang tidak berkah mungkin tampak melimpah, tetapi mudah habis, tidak membawa kebahagiaan, bahkan dapat menjadi sebab kesulitan. Allah ﷻ berfirman: وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ “Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan melimpahk...

Krisis Kepercayaan Agama

Gambar
  Krisis kepercayaan terhadap agama merupakan salah satu tantangan besar yang dihadapi masyarakat modern. Kemajuan teknologi, arus informasi yang begitu cepat, gaya hidup materialistik, serta berbagai persoalan sosial sering kali membuat sebagian orang mempertanyakan nilai-nilai agama dalam kehidupan. Tidak sedikit yang mulai menjauh dari ajaran agama, bukan karena agama tidak relevan, tetapi karena kurangnya pemahaman, keteladanan, dan penghayatan terhadap ajaran tersebut. Dalam Islam, iman bukan sekadar warisan atau identitas, melainkan keyakinan yang harus dipelihara dengan ilmu, ibadah, dan refleksi. Ketika seseorang jauh dari ilmu agama dan lebih banyak mengikuti hawa nafsu atau pengaruh lingkungan, maka keimanannya dapat melemah dan keraguan mudah masuk ke dalam hati. Allah ﷻ berfirman: فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ “Maka ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah.” (QS. Muhammad: 19) Ayat ini menunjukkan bahwa keimanan harus dib...

Ketuklah Pintu Allah

Gambar
  Dalam kehidupan ini, manusia sering menghadapi berbagai persoalan, kesulitan, dan jalan yang terasa buntu. Ada kalanya usaha telah dilakukan, pertolongan manusia telah dicari, namun hati masih merasa gelisah. Pada saat seperti itulah seorang mukmin diingatkan untuk mengetuk pintu Allah ﷻ, karena tidak ada pintu yang selalu terbuka selain pintu rahmat-Nya. Allah ﷻ adalah Dzat Yang Maha Mendengar setiap doa hamba-Nya. Tidak ada suara yang terlalu pelan untuk didengar-Nya, tidak ada air mata yang luput dari penglihatan-Nya, dan tidak ada kesulitan yang terlalu besar bagi kekuasaan-Nya. Karena itu, ketika manusia merasa lemah, hendaknya ia kembali kepada Allah dengan doa, istighfar, dan pengharapan yang tulus. Allah ﷻ berfirman: وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.” (...

Keutamaan Istikamah

Gambar
  Istikamah adalah sikap teguh dan konsisten dalam menjalankan ketaatan kepada Allah ﷻ serta menjauhi larangan-Nya. Istikamah bukan berarti seseorang tidak pernah berbuat salah, tetapi ia senantiasa berusaha berada di jalan yang benar, memperbaiki diri ketika tergelincir, dan terus melangkah dalam kebaikan hingga akhir hayatnya. Dalam Islam, istikamah memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Sebab yang dinilai oleh Allah bukan hanya semangat sesaat, melainkan keteguhan dalam mempertahankan keimanan dan amal saleh. Banyak orang mampu berbuat baik dalam waktu singkat, tetapi tidak semua mampu menjaga kebaikan tersebut secara terus-menerus. Allah ﷻ berfirman: إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ “Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka beristikamah, maka para malaikat turun kepada mereka seraya be...

Membacakan Surat al-Fatihah pada Air

Gambar
 Dalam ajaran Islam, Al-Qur’an bukan hanya sebagai petunjuk hidup, tetapi juga sebagai penyembuh (syifa’) bagi manusia. Karena itu, sebagian ulama membolehkan membaca ayat Al-Qur’an pada air kemudian diminum atau digunakan sebagai wasilah untuk kesembuhan. Salah satu surat yang sering dibaca adalah Surah Al-Fatihah karena kandungannya yang penuh doa dan permohonan kepada Allah. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Isra ayat 82: وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ "Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Al-Isra: 82) Ayat ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an memiliki keberkahan dan dapat menjadi sebab kesembuhan dengan izin Allah. Oleh karena itu, membaca Al-Qur’an pada air termasuk bentuk ikhtiar dan doa kepada Allah. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Sa'id al-Khudri , para sahabat pernah meruqyah seseorang yang tersengat dengan membaca Surah Al-Fatihah ...

Kenapa Hilang Nikmat ibadah ?

Gambar
  Nikmatnya ibadah adalah karunia besar dari Allah. Ketika seseorang merasa ringan shalat, senang membaca Al-Qur’an, dan hatinya tenang saat berdzikir, itu tanda hatinya hidup. Namun terkadang seorang muslim merasakan ibadah menjadi berat, terasa kering, dan tidak lagi menghadirkan ketenangan. Hilangnya nikmat ibadah sering kali menjadi tanda bahwa hati sedang tertutup oleh dosa atau kelalaian. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an: وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ “Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri.” (QS. Asy-Syura: 30) Para ulama menjelaskan bahwa di antara musibah terbesar bagi seorang hamba adalah ketika ia kehilangan manisnya ibadah. Dosa yang dilakukan, baik kecil maupun besar, dapat mengeraskan hati sehingga sulit merasakan kelezatan dalam beribadah. Rasulullah ﷺ bersabda: إِنَّ الْعَبْدَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ “Sesungguhnya seorang hamba bisa terhalang dari rezeki karena dosa yan...

Taat Dan Maksiat Tidak Berguna Bagi Allah SWT

Gambar
  Dalam ajaran Islam, kita meyakini bahwa taat dan maksiatnya manusia sama sekali tidak memberi manfaat ataupun mudarat bagi Allah ﷻ. Allah Maha Sempurna, Maha Kaya, dan tidak membutuhkan makhluk-Nya. Di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman dalam Al-Qur’an : يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ “Wahai manusia, kamulah yang membutuhkan Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS. فاطر: 15) Ayat ini menegaskan bahwa kitalah yang bergantung kepada Allah, bukan sebaliknya. Ketaatan kita tidak menambah kemuliaan Allah, dan kemaksiatan kita tidak mengurangi kekuasaan-Nya sedikit pun. Dalam sebuah hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim , Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah berfirman: يَا عِبَادِي، إِنَّكُمْ لَنْ تَبْلُغُوا ضُرِّي فَتَضُرُّونِي، وَلَنْ تَبْلُغُوا نَفْعِي فَتَنْفَعُونِي “Wahai hamba-Ku, kalian tidak akan mampu memberi mudarat kepada-Ku sehingga kalian dapat memudarat...