Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Batasi Kewenanganmu Jangan Melampaui Kewenangan Tuhan

Gambar
 Manusia sering kali lupa akan batas kewenangan dirinya. Ada yang begitu mudahnya menghakimi orang lain, seolah-olah ia memiliki mandat langsung dari Allah untuk menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah. Padahal, Allah adalah Hakim yang sebenar-benarnya, dan tidak ada satu pun manusia yang berhak mengambil alih peran tersebut. Kesalahan seorang hamba dalam hubungannya dengan Allah seperti kelalaian ibadah atau dosa pribadi adalah urusan hamba itu dengan Rabb-nya. Kita tidak punya hak untuk memaafkan, karena memaafkan hanyalah hak Allah. Kita pun tidak berhak membenci pribadinya apalagi mencacinya. Yang kita miliki hanyalah kewajiban untuk tidak setuju dengan perbuatannya dan, bila mungkin, mengingatkan dengan cara baik-baik . Allah berfirman: ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَـٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang ...

Melupakan Kebaikan

Gambar
  Setiap manusia hidup berdampingan dengan kebaikan. Ada yang hadir dari tetangga, sahabat, rekan kerja, bahkan dari orang yang tidak kita kenal sekalipun. Namun, yang paling banyak dan paling sering menebarkan kebaikan kepada kita adalah orang-orang yang paling dekat: keluarga . Rasulullah ﷺ bersabda: ‎ومن صنع إليكم معروفا فكافئوه فإن لم تجدوا ما تكافئونه فادعوا له حتى تروا أنكم قد كافأتموه "Barangsiapa berbuat baik kepadamu maka balaslah kebaikan itu. Jika engkau tidak mendapati sesuatu untuk membalasnya maka doakanlah dia hingga engkau merasa telah cukup membalas kebaikannya." (HR. Abu Dawud no. 5109, an-Nasa’i no. 2567 – shahih) Hadits ini mengajarkan adab mulia dalam menyikapi kebaikan. Tidak boleh seorang muslim berpura-pura lupa, apalagi menutup mata dari jasa orang lain. Bahkan, jika tidak mampu membalas dengan materi atau tindakan, minimal ia membalas dengan doa tulus yang naik ke langit. Sering kali kita lebih cepat mengingat kebaikan orang lain di luar rumah. K...

Menjaga Lisan Agar Selalu Berkata Baik

Gambar
 Lisan adalah anugerah besar dari Allah ﷻ yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Dengan lisan, manusia bisa menyampaikan kebaikan, menebarkan ilmu, serta mempererat ukhuwah. Namun, lisan juga dapat menjadi sebab terjerumusnya seseorang ke dalam dosa besar bila tidak dijaga dengan baik. Yahya bin Abi Katsir rahimahullah berkata: "Seseorang yang baik perkataannya dapat aku lihat dari amal-amal perbuatannya dan orang yang jelek perkataannya pun dapat aku lihat dari amal-amal perbuatannya." Ungkapan ini menunjukkan bahwa lisan adalah cerminan hati dan akhlak seseorang. Lisan sebagai Tolak Ukur Keimanan seseorang sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda: الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ "Seorang muslim adalah orang yang muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya." (HR. Bukhari dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma) Hadis ini menegaskan bahwa ukuran kesempurnaan Islam seseorang terlihat dari seberapa jauh ia mampu...

Senantiasa Berbaik Sangka kepada Allah dan Berharap yang Terbaik di Sisi-Nya

Gambar
Dalam perjalanan hidup, setiap insan pasti dihadapkan pada berbagai keadaan—ada saat senang, ada saat sulit, ada waktu lapang, dan ada pula waktu sempit. Semua itu merupakan bagian dari takdir Allah yang tidak bisa dihindari. Bagi seorang mukmin, sikap terbaik yang harus dimiliki adalah senantiasa berbaik sangka kepada Allah (husnuzhan billah) serta selalu berharap yang terbaik di sisi-Nya (raja’). Husnuzhan kepada Allah adalah Kewajiban, Rasulullah ﷺ bersabda: “Janganlah salah seorang di antara kalian meninggal dunia kecuali dalam keadaan berbaik sangka kepada Allah.” (HR. Muslim) Hadits ini mengajarkan bahwa seorang mukmin harus yakin bahwa apapun yang Allah tetapkan, pastilah mengandung hikmah dan kebaikan. Husnuzhan menjadi tanda keimanan yang kokoh dan kepercayaan penuh terhadap kebijaksanaan Allah. Allah Sesuai dengan Prasangka Hamba-Nya dalam hadits Qudsi, Allah Ta‘ala berfirman: “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku.” (HR. Bukhari dan Muslim) Artinya, apabi...

Rencana Allah Lebih Indah

Gambar
 Sering kali manusia memiliki banyak rencana dalam hidupnya. Namun, ketika usaha yang dikerahkan seakan terbentur dinding yang tinggi, hati pun mudah berprasangka bahwa Allah sedang menggagalkan apa yang dicita-citakan. Padahal, di balik semua itu ada rahasia kasih sayang Allah yang jauh lebih besar. Allah ﷻ berfirman: وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216) Ayat ini menegaskan bahwa setiap kejadian dalam hidup seorang mukmin tidak pernah lepas dari perencanaan Allah yang penuh hikmah. Ketika sebuah rencana kita tertutup, bisa jadi itu bukan kegagalan, melainkan cara Allah mengalihkan kita menuju pintu lain yang lebih luas. Seperti seorang hamba yang berdoa untuk me...

Hati yang Lapang Tanda Kekuatan Jiwa dan Kedewasaan Iman

Gambar
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak akan pernah lepas dari ujian berupa ucapan orang lain. Terkadang, kata-kata yang keluar dari lisan manusia bisa menjadi pisau tajam yang melukai hati. Namun, seorang mukmin sejati diajarkan untuk memiliki hati yang lapang (shadrun wasi‘) , yaitu hati yang luas, tenang, dan mampu menerima segala ujian dengan sabar serta memaafkan. Hati yang Lapang adalah Anugerah Allah ﷻ berfirman: فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلإِسْلاَمِ “Barang siapa yang Allah kehendaki untuk mendapat petunjuk, niscaya Dia akan melapangkan dadanya untuk (menerima) Islam.”  (QS. Al-An‘am: 125) Ayat ini menjelaskan bahwa lapangnya hati merupakan tanda hidayah dan kasih sayang Allah. Hati yang lapang membuat seorang hamba tenang dalam menjalani kehidupan, tidak mudah tersakiti, dan selalu mampu memandang segala sesuatu dari sisi yang positif. Hati yang lapang bukan berarti seseorang lemah dan pasrah tanpa daya, justru sebaliknya: ia adalah tanda ...

Niat Dan Bergeraklah

Gambar
Yang pertama perlu ditanamkan adalah niat tulus dalam dirimu. Kau tahu, bahwa niat itu akan membentuk sebuah dorongan untuk bergerak? Lalu mengapa harus bergerak? Agar apa yang kita niatkan itu dapat di miliki, bukankah begitu? Kau pasti ingin dapati semua sebagai sesuatu yang utuh dan nyata. Adakah kini niat dalam dirimu untuk bergerak meraih apa yang kau pinta? Maka bergegaslah, bergerak. Dalam kehidupan, niat adalah pondasi dari segala amal. Rasulullah ﷺ bersabda: إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ "Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya." (HR. Bukhari & Muslim) Artinya, setiap langkah, ibadah, bahkan pekerjaan duniawi akan bernilai di sisi Allah sesuai niat yang kita tanamkan di hati. Namun, niat yang baik saja tidak cukup tanpa gerakan nyata. Sebab niat adalah pintu awal , sedangkan amal adalah jalan menuju hasil . Niat adalah kompas yang mengarahkan tujuan. Gerakan adalah langkah yang membawa niat menjadi kenyataan. Jika seseorang berniat beribadah, t...

Muhasabah Diri

Gambar
Muhasabah diri adalah sebuah proses penting dalam kehidupan seorang Muslim untuk menilai kembali setiap amal perbuatan, ucapan, serta niat yang telah dilakukan. Kata muhasabah berasal dari bahasa Arab hisab yang berarti perhitungan. Maka muhasabah diri berarti menghitung-hitung, mengintrospeksi, serta mengevaluasi diri sendiri sebelum kelak Allah ﷻ menghitung seluruh amal perbuatan kita di hari kiamat. Rasulullah ﷺ bersabda: "Orang yang cerdas adalah orang yang menundukkan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati, sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah." (HR. Tirmidzi) Hadis ini menunjukkan bahwa muhasabah diri adalah tanda kecerdasan seorang hamba. Ia tidak terlena dengan dunia, melainkan selalu menimbang apakah langkah-langkahnya mendekatkan diri kepada Allah atau justru menjauhkannya. Mengapa Muhasabah Diri Penting? Menyadarkan posisi kita sebagai hamba Allah Kita tidak sempurna, sering kali berbu...