Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2024

Surga Adalah Pemberian

Gambar
Beribadah kepada Allah untuk meraih surga adalah motivasi yang sering ditemukan dalam ajaran Islam. Konsep ini mencakup keyakinan bahwa kehidupan di dunia ini adalah kesempatan untuk mengumpulkan amal dan kebaikan yang akan mempengaruhi kehidupan setelah mati. Bisa diartikan sebagai pandangan bahwa surga atau kebahagiaan abadi merupakan hadiah atau anugerah dari sesuatu yang lebih besar, seperti Tuhan atau alam semesta. Dalam banyak tradisi keagamaan dan filosofis. Surga dianggap sebagai ganjaran bagi amal baik, kesetiaan, atau kebaikan yang dilakukan selama hidup. Dalam Islam, niat yang tulus dan ikhlas dalam beribadah sangat penting. Semua amal ibadah harus dilakukan dengan tujuan hanya untuk mendapatkan ridha Allah, bukan untuk tujuan duniawi atau pujian manusia. Beribadah kepada Allah melibatkan ketaatan terhadap perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ini mencakup pelaksanaan sholat, puasa, zakat, dan haji, serta perbuatan baik lainnya seperti bersedekah, membantu orang lain, dan ...

Al-Khouf (takut) Pada Hakikatnya

Gambar
Takut atau ketakutan memiliki makna dan dimensi yang kompleks dan multifaset. Ada beberapa bentuk ketakutan yang dibahas dalam ajaran Islam, dan masing-masing memiliki konteks dan tujuan tertentu. Menurut Syaikh Al-'Allamah Abdurrohman bin Hasan berkata, "Al-Khouf (takut) pada hakikatnya terbagi menjadi tiga macam: (1). "Khoufus Sirr" (takut yang tersembunyi dalam hati dan takut inilah yang dikhususkan kepada Allah). Yaitu takut kepada selain Allah berupa berhala atau thoghut yang diyakini kuasa menimpakan sesuatu yang tidak diinginkannya. Sebagaimana firman Allah tentang kaumnya Nabi Hud tatkala mereka berkata kepada Nabi-nya: إِن نَّقُولُ إِلَّا ٱعْتَرَىٰكَ بَعْضُ ءَالِهَتِنَا بِسُوٓءٍ ۗ قَالَ إِنِّىٓ أُشْهِدُ ٱللَّهَ وَٱشْهَدُوٓا۟ أَنِّى بَرِىٓءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ مِن دُونِهِۦ ۖ فَكِيدُونِى جَمِيعًا ثُمَّ لَا تُنظِرُونِ “Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu.” Hud menjawab, “Sesungguhnya aku ber...

Kewajiban Beriman Kepada Hari Kiamat

Gambar
Iman dengan hari akhir atau iman kepada hari kiamat adalah salah satu rukun iman dalam ajaran Islam. Ini mengacu pada keyakinan bahwa akan ada kehidupan setelah mati dan bahwa akan ada hari pembalasan di mana setiap amal perbuatan manusia akan dihisab dan diberikan ganjaran yang sesuai. Iman kepada hari akhir tidak hanya mempengaruhi keyakinan spiritual seseorang, tetapi juga membimbing perilaku dan keputusan sehari-hari. dengan harapan akan memperoleh rahmat dan ampunan dari Allah serta menghindari siksa-Nya. Beberapa aspek penting dari iman kepada hari akhir meliputi: Keyakinan pada Kebangkitan: Setelah kematian seluruh manusia akan dibangkitkan kembali dari kubur untuk dihisab. Hisab: Setiap amal perbuatan baik dan buruk akan dihitung dan dinilai. Ini termasuk perbuatan yang dilakukan dalam kehidupan dunia dan bagaimana seseorang menjalani hidupnya menurut ajaran agama. Balasan: Berdasarkan hisab setiap orang akan menerima balasan yang setimpal baik itu surga bagi yang beriman dan b...

Jasa Orang Tua kepada Anaknya

Gambar
Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan anak-anak mereka. Peran ini tidak hanya terbatas pada memberikan kehidupan, tetapi juga mencakup berbagai bentuk pengabdian yang tidak ternilai. Jasa-jasa orang tua kepada anaknya sering kali tidak terlihat secara langsung, namun dampaknya terasa sepanjang hidup.  Orang tua adalah penyedia utama kebutuhan dasar anak-anak mereka. Mereka bekerja keras untuk memastikan anak-anak memiliki makanan yang cukup, pakaian yang layak, dan tempat tinggal yang aman. Semua kebutuhan ini memerlukan usaha yang tidak sedikit dan sering kali melibatkan pengorbanan besar dari orang tua. Pengorbanan besar dari orangtua tidak akan mungkin dapat dibalas oleh anak karena sangat besarnya jasa orang tua.  Ada sebuah kisah dari seorang tabiin yang bernama Sayyiduna Abdullah bin Umar beliau menyaksikan seorang laki-laki memanggul Ibundanya keliling ka'bah; thowaf seraya berkata: إني لها بعيرها المذلل • إن أذرعت ركابها لم أذعر Kurang lebih maks...

Masuk Surga Dengan Rahmat Allah SWT

Gambar
Masuknya seseorang ke surga dalam ajaran Islam tidak hanya bergantung pada amal ibadah yang dilakukan, tetapi juga sangat bergantung pada rahmat Allah SWT. Dalam berbagai hadis, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa meskipun amal perbuatan seseorang sangat penting, namun tidak ada yang bisa masuk surga semata-mata karena amalnya.  عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَدْخُلُ أَحَدٌ مِنْكُمُ الْجَنَّةَ بِعَمَلِهِ» قَالُوا: وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «وَلَا أَنَا، إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِي اللَّهُ مِنْهُ بِرَحْمَةٍ وَفَضْلٍ. Dari Abu Hurairah RA. Ia berkata : Rosulullah SAW bersabda : “ Salah seorang diantara kalian tidak akan masuk surga dengan amalannya” Para Sahabat bertanya : Demikian juga Anda wahai Rosulullah? Nabi menjawab: “ Tidak juga aku, Kecuali Allah melimpahkan Rahmat dan Kemurahannya padaku (maka Aku masuk syurga)”. (HR. Bukhari dan Muslim). Pelajaran yang terdapat di dalam hadist ini diantaranya Sebanyak...

Setiap Jiwa Akan Mempertanggungkan Jawabkan Dirinya Masing Masing

Gambar
Hari Hisab, atau sering disebut sebagai Hari Perhitungan, adalah salah satu konsep penting dalam agama Islam yang merujuk pada hari di mana seluruh umat manusia akan dihisab atau diperiksa amal perbuatannya selama hidup di dunia. Hari ini juga dikenal sebagai Hari Kiamat atau Yaumul Hisab, yang merupakan bagian dari keyakinan akan kehidupan setelah mati.  Dalam ajaran Islam, Hari Hisab adalah hari di mana Allah SWT akan mengadili setiap manusia berdasarkan perbuatan mereka selama hidup di dunia. Segala amal perbuatan, baik yang kecil maupun yang besar, akan dihitung dan diperhitungkan dengan sangat teliti. Pada hari itu, manusia akan menerima balasan yang setimpal dengan amal perbuatannya, apakah itu pahala bagi kebaikan atau terlebih lagi hukuman bagi keburukan. Ada sebuah maqolah dari Syeikh Fudhoil beliau berkata : وعن الفضيل انِّی لَاأغبطُ اَن اَكُون مَلَكًا مُقَربًا ولا نبيًا مُرسَلًا وَلَا عبدًا صَالِحًا أَلَيسَ هٰوءُلَاءِ يُعَاتَبُونَ فِی القِيامَۃِ اِنَّمَا اغبَطَ مَن لَم ي...

Zakat Fitra Dengan Uang Dan Berapa Nominalnya

Gambar
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap Muslim menjelang Idul Fitri sebagai bentuk penyucian diri dan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Zakat fitrah biasanya dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok, namun di beberapa tempat, zakat fitrah juga bisa dikeluarkan dalam bentuk uang yang setara dengan nilai makanan pokok tersebut.  Sebagaimana Menurut Madzhab Syafi'iyah mengeluarkan zakat berupa qimah atau uang itu tidak boleh. Akan tetapi Madzhab Hanafiyah memperbolehkan mengeluarkan zakat berupa uang. Bertaqlid kepada pendapat yang memperbolehkan pembayaran Zakat Fitrah berupa uang (Madzhab Hanafiyah) dan uang tersebut senilai dengan bahan makanan (beras).  1. Bentuk Zakat Fitrah: Makanan Pokok: Zakat fitrah biasanya berupa beras, gandum, atau makanan pokok lain yang biasa dikonsumsi di daerah tersebut. Jumlahnya adalah sekitar 2,5 kg hingga 3 kg (atau 1 sha’ dalam ukuran Islam) per orang. Uang: Zakat fitrah juga bisa dikeluarkan dalam bentuk uang yang se...

Fidyah dan Kaffarah Puasa

Gambar
Dalam Islam, ada ketentuan mengenai denda atau fidyah bagi orang yang tidak bisa berpuasa di bulan Ramadan. Berikut penjelasan singkatnya: 1. Fidyah : Pengertian : Fidyah adalah denda yang dibayarkan oleh seseorang yang tidak mampu berpuasa di bulan Ramadan karena alasan tertentu yang sah menurut syariat, seperti sakit yang tidak diharapkan sembuh, usia lanjut, atau kehamilan/menyusui (dalam kondisi tertentu). Bentuk Fidyah : Fidyah biasanya diberikan dalam bentuk makanan pokok kepada fakir miskin. Misalnya, di Indonesia, fidyah bisa berupa beras sebanyak 1 mud (sekitar 0,75 kg - 1,5 kg) per hari puasa yang ditinggalkan, atau bisa juga diganti dengan uang sesuai dengan nilai makanan tersebut. Kewajiban Membayar : Fidyah hanya wajib dibayar oleh mereka yang tidak mungkin lagi menggantikan puasanya di hari lain, seperti orang tua yang sangat tua atau orang yang sakit parah. 2. Denda (Kaffarah) : Pengertian : Kaffarah adalah denda bagi orang yang membatalkan puasanya di bulan Ramadan deng...

Hakikat Allah Mengenai Tempat Dan Arah

Gambar
Dalam Islam, pemahaman tentang hakikat Allah terkait tempat dan arah didasarkan pada prinsip-prinsip teologi yang dijelaskan dalam Al-Qur'an dan hadits, serta didalami oleh para ulama. Allah tidak terikat oleh tempat, ruang, atau arah. Allah Maha Esa, Maha Besar, dan tidak serupa dengan makhluk-Nya. Dalam Surah Ash-Shura (42:11), Allah berfirman;  فَاطِرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ جَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّمِنَ الْاَنْعَامِ اَزْوَاجًاۚ يَذْرَؤُكُمْ فِيْهِۗ لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌ ۚوَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ   "Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat."   Ini menunjukkan bahwa Allah tidak bisa dibandingkan dengan apa pun dalam aspek ruang atau arah. Dalam aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, diyakini bahwa Allah ada tanpa memerlukan tempat atau arah. Ini berarti bahwa Allah ada sebelum penciptaan ruang dan waktu dan tidak membutuhkan keduanya untuk eksis. Secara keseluruhan, dalam Islam, Allah ...

Kebiasaan Merokok Pada Saat Puasa

Gambar
Perilaku merokok adalah tindakan menghisap tembakau yang dibakar, biasanya dalam bentuk rokok, cerutu, atau pipa. Ini adalah kebiasaan yang melibatkan ketergantungan fisik dan psikologis pada nikotin, zat adiktif utama dalam tembakau. Merokok dalam Islam menjadi topik yang banyak dibahas oleh para ulama dan ahli hukum Islam. Pandangan terhadap merokok bervariasi, tetapi secara umum, berikut adalah beberapa pandangan utama: 1. Pandangan yang Mengharamkan Merokok: Kesehatan: Banyak ulama modern mengharamkan merokok karena dampak negatifnya terhadap kesehatan. Merokok dapat menyebabkan berbagai penyakit serius seperti kanker, penyakit jantung, dan masalah pernapasan. Dalam Islam, menjaga kesehatan adalah kewajiban, dan segala sesuatu yang membahayakan tubuh harus dihindari. 2. Pandangan yang Memakruhkan Merokok: Beberapa ulama tradisional memandang merokok sebagai makruh (tindakan yang sebaiknya dihindari tetapi tidak berdosa jika dilakukan), terutama jika merokok tidak menimbulkan dampak...

Amalan Yang Tepat Bagi Wanita Yang Berhalangan Dimalam Nishfu Sya'ban

Gambar
Wanita yang sedang berhalangan (haid atau nifas) dianjurkan untuk tetap melakukan ibadah yang tidak terhalang oleh kondisi tersebut, salah satunya adalah berdzikir. Dzikir merupakan bentuk ibadah yang dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, serta tidak memerlukan kondisi tertentu, seperti bersuci dari hadas besar. Dengan menjaga koneksi dengan Allah salah satunya berdzikir adalah cara untuk tetap menjaga hubungan dan komunikasi dengan Allah, meskipun sedang dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk melaksanakan shalat atau membaca Al-Qur'an. Mengisi waktu dengan ibadah bagi seorang wanita sedang berhalangan dapat digantikan dengan memperbanyak dzikir. Ini membantu dalam menjaga konsistensi ibadah dan tetap mendapatkan pahala. Dengan berdzikir, wanita yang sedang berhalangan tetap dapat mengumpulkan pahala. Dzikir seperti tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), tahlil (La ilaha illallah), dan takbir (Allahu Akbar) adalah amalan yang ringan diucapkan namun sangat berat t...

Mengetahui Orang Miskin Dalam Masyarakat

Gambar
Mengetahui orang yang berhak menerima zakat, termasuk golongan orang miskin, merupakan tanggung jawab penting bagi seorang muzakki (pemberi zakat) atau lembaga zakat. Berikut adalah beberapa cara untuk mengidentifikasi orang miskin dalam pembagian zakat:  1. Kriteria Umum Orang Miskin dalam Islam    Tidak Mampu Memenuhi Kebutuhan Pokok: Orang miskin adalah mereka yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, dan pendidikan.  Penghasilan di Bawah Nisab: Orang miskin adalah mereka yang penghasilannya berada di bawah nisab, yaitu batas minimum kekayaan yang membuat seseorang wajib mengeluarkan zakat. Tidak Memiliki Harta yang Mencukupi: Orang miskin tidak memiliki harta atau aset yang cukup untuk menutupi kebutuhan hidup sehari-hari mereka.  2. Pendataan dan Survei Sosial    Pendataan Langsung: Melakukan survei atau pendataan langsung di komunitas atau lingkungan sekitar untuk mengetahui kondisi ekonomi warga....

Jalan Menuju Kedekatan Ilahi

Gambar
Cinta adalah salah satu tema sentral dalam kajian tasawuf. Dalam tradisi tasawuf, cinta bukan hanya perasaan manusiawi, tetapi merupakan jalan spiritual yang membawa seseorang mendekati Allah. Para sufi, yang merupakan pengikut jalan tasawuf, sering menggambarkan cinta sebagai kekuatan yang menggerakkan hati menuju penyerahan diri sepenuhnya kepada Sang Pencipta. Cinta adalah modal seorang sufi dalam menapaki kehidupan spiritual. Oleh kalangan sufi cinta diistilahkan dengan mahabbah. Dalam tasawuf mahabbah merupakan sebuah maqam (jenjang spiritual yang harus dilalui seorang salik). Setiap hamba memiliki tujuan untuk mendapatkan mahabbah. Oleh sebab itu Imam al-Ghazali menjadikan mahabbah sebagai puncak maqam. Dalam tasawuf, cinta (mahabbah) dipahami sebagai cinta yang bersifat ilahiah, yakni cinta yang mengarahkan seorang sufi kepada Allah. Cinta ini bukan sekadar cinta emosional atau romantis, melainkan cinta yang murni dan suci, yang menginginkan pertemuan dan persatuan dengan Sang K...

Adab Bertamu dalam Islam

Gambar
Dalam kehidupan bermasyarakat, bertamu adalah salah satu bentuk interaksi sosial yang sangat penting. Islam, sebagai agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan, juga memberikan panduan lengkap tentang adab bertamu. Bertamu bukan hanya soal berkunjung, tetapi juga tentang bagaimana menghormati dan menjaga hak-hak tuan rumah. Adab bertamu dalam Islam mencerminkan keindahan ajaran Islam yang mengedepankan etika, rasa hormat, dan kasih sayang antar sesama manusia. Ada beberapa aspek penting dalam bertamu yang perlu diperhatikan diantaranya ; 1. Memilih Waktu yang Tepat Islam mengajarkan pentingnya memilih waktu yang tepat untuk bertamu. Bertamu pada waktu yang tidak tepat, seperti larut malam atau saat-saat istirahat, dapat mengganggu kenyamanan tuan rumah. Waktu terbaik untuk bertamu adalah setelah waktu shalat, terutama setelah shalat Ashar, karena umumnya pada waktu tersebut tuan rumah sudah beristirahat dan siap menerima tamu. 2. Mengucapkan Salam dan Minta Izin Mengucapkan salam sebe...