Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Mulailah Perbaiki Sisa Umur Kita

Gambar
 Umur yang Allah berikan kepada setiap hamba adalah amanah yang tidak dapat diulang. Hari-hari yang telah berlalu tidak mungkin kembali, namun sisa umur yang masih kita miliki adalah kesempatan besar untuk memperbaiki diri, memperbanyak taubat, dan meningkatkan amal shalih. Allah ﷻ mengingatkan manusia agar tidak terlena oleh panjang angan-angan, karena keberuntungan sejati bukan pada lamanya hidup, tetapi pada bagaimana sisa umur itu diisi dengan ketaatan. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an: أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ “Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah) tidak datang kepadamu pemberi peringatan?” (QS. Fāṭir: 37) Ayat ini menjadi teguran lembut sekaligus peringatan keras bahwa umur panjang bukan alasan untuk menunda kebaikan. Setiap detik yang tersisa seharusnya menjadi momentum muhasabah, memperbaiki niat, dan membersihkan hati dari do...

Carilah Ketenangan Mu

Gambar
Dalam perjalanan hidup, manusia sering kali mencari ketenangan di luar dirinya: pada harta, jabatan, atau pujian manusia. Padahal ketenangan sejati tidak terletak pada banyaknya kepemilikan dunia, melainkan pada hati yang dekat dengan Allah ﷻ. Hati yang selalu mengingat Allah akan lebih mudah menerima takdir, bersabar dalam ujian, dan bersyukur dalam kelapangan. Allah ﷻ telah menegaskan bahwa sumber ketenangan hati hanyalah dengan mengingat-Nya. Firman Allah dalam Al-Qur’an: أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ “Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra‘d: 28). Ayat ini menjadi jawaban bagi kegelisahan manusia; ketika hati resah, gelisah, dan lelah, maka dzikir kepada Allah adalah obat yang paling mujarab. Rasulullah ﷺ juga mengajarkan bahwa ketenangan lahir dari keyakinan kepada Allah dan sikap ridha terhadap ketetapan-Nya. Dalam sebuah hadits disebutkan: عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ “Sungguh menakjubkan urusan ...

Khawatirkan Ibadahmu dan Jangan Khawatirkan Duniamu

Gambar
 Dalam perjalanan hidup, sering kali manusia lebih gelisah memikirkan urusan dunia daripada keadaan ibadahnya. Padahal, dunia telah dijamin oleh Allah sesuai kadar usaha dan takdir masing-masing, sementara ibadah adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Seorang mukmin sejati justru lebih takut apabila shalatnya lalai, dzikirnya berkurang, dan hatinya jauh dari Allah, dibandingkan takut kehilangan harta atau kedudukan. Sebab, rusaknya ibadah adalah tanda rapuhnya hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya. Allah ﷻ mengingatkan manusia agar tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama hidup. Firman-Nya: وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۚ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ “Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS. Al-An‘am: 32) Ayat ini menegaskan bahwa dunia bukanlah sesuatu yang ...

Jangan Iri dengan Rezeki Orang Lain

Gambar
 Dalam kehidupan ini, Allah ﷻ telah membagi rezeki kepada setiap hamba-Nya dengan penuh hikmah dan keadilan. Ada yang dilapangkan rezekinya, ada pula yang diuji dengan keterbatasan. Namun semua itu bukanlah tanda cinta atau benci Allah, melainkan ujian keimanan. Karena itu, seorang mukmin tidak pantas iri terhadap rezeki yang dimiliki orang lain, sebab setiap bagian telah ditakar sesuai kehendak-Nya. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an: وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ ۚ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا Artinya: “Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi perempuan pun ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah ...

Dunia Itu Melenakan

Gambar
 Dunia sering kali tampak indah dan mempesona. Ia menawarkan kesenangan, jabatan, harta, dan segala sesuatu yang tampak menjanjikan kebahagiaan. Namun, dalam pandangan Islam, dunia hanyalah tempat singgah sementara. Kecintaan yang berlebihan terhadap dunia dapat membuat hati buta dari tujuan utama: bertemu Allah dan meraih kebahagiaan akhirat. Allah ﷻ mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan yang melalaikan, sementara kehidupan akhirat adalah tempat yang lebih baik bagi mereka yang beriman. Firman-Nya: ﴿ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ ﴾ “Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan hanya permainan dan senda gurau. Sedangkan negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kalian berakal?” (QS. Al-An‘am: 32) Begitu mudahnya manusia terpikat oleh gemerlap dunia hingga lupa bahwa semua kenikmatan itu fana dan tidak kekal. Nabi Muhammad ﷺ menggambarkan k...

Indahnya Menikah dengan yang Paham Agama

Gambar
Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua hati, tetapi menyatukan dua manusia untuk berjalan di bawah satu tujuan yang suci: mencari ridha Allah ﷻ. Karena itu, Islam memberikan pedoman agar seorang muslim memilih pasangan yang dapat menguatkan iman, bukan sekadar memperindah pandangan mata atau memenuhi keinginan dunia. Salah satu prinsip utama yang ditekankan agama adalah memilih pasangan yang paham agama . Pemahaman agama tidak harus berarti lulusan pondok, hafal ribuan hadits, atau menjadi pengajar. Yang dimaksud adalah seseorang yang mengerti kewajibannya kepada Allah, menjaga adab, mencintai kebenaran, dan takut untuk melakukan dosa. Mengapa Memilih Pasangan yang Paham Agama Itu Penting? 1. Karena Agama adalah Pondasi Ketenangan Rumah Tangga Allah ﷻ berfirman: ﴿ وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ﴾ (QS. Ar-Rūm: 21) Ayat ini menjelaskan bahwa tujuan menikah adalah untuk mendapatkan s...

Hidupmu Tidak Pernah Benar-Benar Terlambat

Gambar
 Dalam perjalanan hidup, ada kalanya kita merasa terlambat—terlambat berubah, terlambat bertaubat, terlambat memulai kebaikan, atau terlambat mengejar cita-cita. Namun, dalam pandangan Allah ﷻ, selama napas masih berhembus, selama hati masih bisa bergetar oleh kebenaran, maka hidupmu tidak pernah benar-benar terlambat . 1. Rahmat Allah Lebih Luas dari Kesalahan Hamba Allah ﷻ berfirman: ﴿ قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ ﴾ (QS. Az-Zumar: 53) Ayat ini adalah panggilan cinta dari Allah untuk siapa saja yang merasa dirinya terlambat kembali. Allah memanggil dengan sebutan “Ya ‘Ibadi — Wahai hamba-hamba-Ku” sebagai tanda kasih sayang, bukan sebagai kecaman. Bagaimana mungkin hidup disebut terlambat, jika Allah sendiri membuka pintu taubat seluas-luasnya? 2. Setiap Hari Adalah Kesempatan Baru Rasulullah ﷺ bersabda: «إِنَّ اللَّهَ يَبْس...

Agar Tidak Ujub Dengan Dirinya Sendiri

Gambar
  Ujub adalah racun hati yang tidak terlihat. Ia muncul dari perasaan bangga terhadap diri sendiri, merasa lebih baik dari orang lain, dan menganggap bahwa semua keberhasilan adalah murni hasil usaha pribadi. Padahal, hakikatnya setiap kebaikan yang keluar dari diri manusia hanyalah karena pertolongan dan taufik dari Allah ﷻ. Ujub bisa memupus nilai amal, meskipun amal itu besar. Ia bisa merusak hati, meskipun seseorang terlihat rajin beribadah. Karena ujub tidak hanya menanamkan kesombongan, tetapi juga menghapus rasa butuh kepada Allah.  1. Ujub Menghilangkan Nilai Amal Dalam Islam, amal yang diterima adalah amal yang ikhlas dan tidak disertai perasaan lebih baik dari orang lain. Rasulullah ﷺ bersabda: «ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ، وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ» “Tiga perkara yang membinasakan: kikir yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan kekaguman seseorang terhadap dirinya sendiri.” (HR. Thabrani) Kekaguman terhadap diri sendiri (ujub) ad...

Semakin Ingin Dipuji Semakin Lelah Hati

Gambar
Dalam kehidupan, ada satu penyakit hati yang sering kali tak disadari: keinginan untuk selalu dipuji. Hati yang haus akan pujian manusia akan terus merasa gelisah. Setiap langkah, setiap amal, bahkan setiap kebaikan menjadi beban — bukan karena sulit melakukannya, tetapi karena niatnya bukan lagi karena Allah , melainkan karena ingin dilihat dan dihargai oleh manusia. Padahal, manusia tidak pernah puas. Hari ini memuji, esok mungkin mencela. Jika kita menggantungkan kebahagiaan pada penilaian mereka, maka hati akan terus lelah — sebab tidak ada akhir dari usaha untuk menyenangkan manusia. Rasulullah ﷺ bersabda: إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى “Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan (balasan) sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim) Hadits ini menjadi pengingat mendalam bahwa inti dari setiap amal bukanlah pujian manusia, melainkan keikhlasan hati. Jika...

Allah Tak Pernah Meninggalkanmu

Gambar
  Kadang, dalam perjalanan hidup, kita merasa seakan-akan sendirian. Doa yang kita panjatkan belum dijawab, usaha terasa sia-sia, dan hati mulai bertanya, “Apakah Allah masih bersamaku?” Namun sesungguhnya, perasaan itu hanyalah ujian dari kelemahan iman. Karena hakikatnya, Allah ﷻ tidak pernah sekalipun meninggalkan hamba-Nya. Allah Selalu Dekat Allah berfirman dalam Al-Qur’an: وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ “Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” — (QS. Qāf: 16) Ayat ini menegaskan bahwa kedekatan Allah bukanlah sekadar dalam jarak, tapi dalam ilmu, kasih sayang, dan perhatian-Nya. Setiap hembusan napasmu, setiap air mata yang jatuh tanpa suara, semuanya Allah tahu. Allah Tidak Akan Pernah Menyia-nyiakanmu Ketika engkau bersabar dalam kesulitan, ketika engkau berusaha memperbaiki diri walau terjatuh berkali-kali — Allah melihat semuanya. Rasulullah ﷺ bersabda: إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَلَا إِلَى أَمْوَالِكُمْ، وَلَكِ...

Dunia Sudah Allah Desain Untuk Sombong Kepada Siapa yang Menginginkannya

Gambar
Dunia, dengan segala keindahan dan gemerlapnya, sejatinya bukan tempat bagi orang yang mencari kemegahan dan kesombongan. Dunia hanyalah tempat singgah sementara, bukan tempat menetap. Allah ﷻ telah menjadikannya sebagai ujian bagi hamba-hamba-Nya, untuk melihat siapa yang benar-benar menjadikan akhirat sebagai tujuan, dan siapa yang terperdaya oleh kesenangan yang fana. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an: ﴿ إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ﴾ “Sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, saling berbangga di antara kamu, dan berlomba dalam kekayaan serta anak-anak.” (QS. Al-Hadid: 20) Ayat ini menggambarkan bahwa dunia diciptakan dengan fitrah yang bisa menipu mata orang yang hatinya condong kepada kesombongan. Semakin seseorang menginginkan dunia, semakin dunia menunjukkan sisi menipunya. Dunia akan tampak indah bagi yang mencintainya, namun akan hina bagi yang ...

Sabar Sungguh Mudah Diucapkan Namun Sukar Dilakukan

Gambar
Kata sabar begitu mudah diucapkan, namun begitu sulit dilakukan. Sabar bukan hanya menahan amarah atau bersikap tenang di hadapan orang lain, tetapi menahan hati agar tetap ridha dan yakin bahwa di balik setiap ujian ada kasih sayang Allah ﷻ. Kadang kita berkata, “Aku akan sabar,” namun ketika ujian datang bertubi-tubi, hati mulai goyah. Di saat itulah kita diuji — bukan hanya dengan masalah, tapi dengan seberapa besar keyakinan kita pada janji Allah. Allah ﷻ berfirman: وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ۝ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ “Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.” — (QS. Al-Baqarah: 155–156) Sabar tidak berarti kita tidak merasa sedih, tetapi sabar adalah ketika hati tetap berpegang teguh kepada Allah meski air mata menetes. Sabar adalah ketika kita yakin bahwa setia...

Barangsiapa Menghindari Keluhan Ia Mengundang Kebahagiaan

Gambar
Dalam kehidupan, tidak ada manusia yang luput dari ujian. Namun, perbedaan antara orang yang bahagia dan yang gelisah sering kali bukan pada beratnya ujian, melainkan pada bagaimana ia menyikapinya. Banyak orang yang ketika ditimpa kesulitan, lisannya segera mengeluh—padahal keluhan tidak menghapus beban, justru menambah resah di hati. Islam mengajarkan kita untuk mengganti keluhan dengan kesabaran dan doa. Karena setiap kata yang keluar dari lisan mencerminkan isi hati. Jika lisan penuh keluhan, berarti hati belum ridha terhadap takdir Allah. Padahal kebahagiaan sejati lahir dari hati yang ridha. Rasulullah ﷺ bersabda: عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ "Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh urusannya adalah kebaikan baginya, dan itu tidak dimiliki oleh siapa pun kec...

Untukmu yang Sedang Berproses

Gambar
Hidup ini adalah perjalanan panjang menuju ridha Allah ﷻ. Setiap langkah, setiap jatuh, setiap bangkit, semuanya adalah bagian dari proses yang Allah rancang dengan penuh hikmah. Jangan pernah merasa malu karena masih dalam tahap berproses. Setiap orang saleh yang kita kagumi pun pernah melalui masa sulit dan penuh perjuangan. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an: وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, pasti akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-‘Ankabut: 69) Ayat ini menjadi pelipur lara bagi siapa pun yang sedang berjuang memperbaiki diri. Allah tidak menuntut hasil yang instan, tetapi menghargai setiap usaha, sekecil apa pun itu. Selama hatimu tetap berusaha mendekat kepada-Nya, maka engkau tidak akan pernah sia-sia. Proses memang seringkali melelahkan. Kadang iman naik ...

Setiap Ujian Adalah Jalan Allah SWT

Gambar
Terkadang, kita semua butuh air mata. Bukan untuk menunjukkan bahwa kita lemah, tapi karena kita adalah manusia biasa yang punya hati, rasa, dan asa. Karena memang tak selamanya keadaan akan baik-baik saja. Satu waktu, air mata itu harus jatuh — agar keheningan hati kembali utuh. Kita memang butuh gagal, butuh kecewa, agar hati kita tertempa menjadi lebih tangguh. Sebab hati yang pernah ricuh dan menelan pahitnya ujian, akan menjadi hati yang kuat menapaki badai kehidupan berikutnya. Yang terpenting adalah terus memupuk harap , bahwa setiap ujian pasti memiliki waktu selesainya. Kita hanya perlu bersabar dan berikhlas lebih dalam lagi. Sabar dan ikhlas adalah sebaik-baiknya penyelesaian masalah, karena ujung dari kesabaran dan keikhlasan tak lain adalah kebaikan. Allah ﷻ berfirman: وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا ...

Mengapa Ujian Begitu Sulit?

Gambar
Kadang kita merasa hidup ini begitu berat. Masalah datang silih berganti, seolah tak ada jeda untuk bernapas. Namun, pernahkah kita berhenti sejenak dan bertanya… Benarkah ujiannya yang terlalu berat? Atau justru sujud kita yang terlalu singkat? Kita begitu lama mengadukan masalah kepada manusia, tapi begitu cepat meninggalkan sujud di hadapan Allah. Padahal di sanalah — dalam sujud yang lama, dalam tenang yang khusyuk — semua beban bisa menjadi ringan. Allah Ta’ala berfirman: وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 45) Ayat ini mengajarkan kita, bahwa jalan keluar dari segala kesulitan bukan pada keluh kesah atau putus asa, tetapi pada sabar dan salat — dua hal yang menjadi kunci ketenangan hati. Mungkin bukan beratnya ujian yang membuat dada sesak, tapi kare...

Salah Menilai Orang

Gambar
Berapa banyak orang yang kita nilai buruk, ternyata doanya lebih dulu menembus langit sebelum doa kita sendiri? Berapa banyak wajah yang kita remehkan, namun justru hatinya bersih dan dekat dengan Allah ﷻ? Hati-hati... Bisa jadi dosa kita bukan berasal dari maksiat, tapi dari buruk sangka terhadap sesama (سوء الظنّ بالناس) . Buruk sangka membuat hati gelap dan menjauhkan kita dari kasih sayang Allah. Jangan Cepat Menilai Hati Orang Lain Kita hanya bisa menilai apa yang tampak, sementara hati manusia hanya Allah yang tahu. Rasulullah ﷺ bersabda: إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian.” (HR. Muslim) Seseorang mungkin terlihat sederhana, namun di sisi Allah ia sangat mulia karena hatinya yang bersih dan amalnya yang ikhlas. Sebaliknya, ada orang yang tampak shalih di mata manusia, tapi di sisi A...

Memohon Hidayah dan Keistiqamah

Gambar
Setiap insan yang beriman tentu senantiasa mengharapkan kebaikan dalam hidupnya — ketenangan hati, keberkahan rezeki, dan keselamatan di dunia serta di akhirat. Namun di antara banyaknya doa yang bisa kita panjatkan kepada Allah ﷻ, ada dua permohonan yang seharusnya menjadi prioritas utama: memohon hidayah dan memohon istiqamah di atas jalan tauhid. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an: اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ “Tunjukilah kami jalan yang lurus.” — (QS. Al-Fatihah: 6) Ayat ini setiap hari kita baca dalam shalat, minimal tujuh belas kali. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya hidayah bagi seorang hamba. Hidayah bukan sekadar mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, melainkan kemampuan untuk menapaki jalan kebenaran itu dengan penuh keikhlasan dan keteguhan hati. Hidayah adalah cahaya dari Allah ﷻ yang menerangi hati, sehingga seseorang bisa melihat kebenaran dengan jelas. Tanpa hidayah, ilmu bisa menjadi hampa, amal bisa kehilangan arah, bahkan ibadah pun bisa menjad...

Sabar dalam Menghadapi Ujian

Gambar
Setiap orang memiliki ujian dan permasalahan hidupnya masing-masing. Ada yang tampak bahagia di luar, padahal dalam hatinya penuh luka dan air mata. Ada pula yang tampak tenang, padahal sedang menanggung beban berat yang tak pernah terucap. Maka, jangan pernah mengira bahwa hanya dirimulah yang diuji. Semua manusia, tanpa terkecuali, sedang menjalani ujian dari Allah sesuai kadar imannya. Allah ﷻ berfirman: وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ۝١٥٥ الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ۝١٥٦ "Dan sungguh, Kami akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un' (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyala...

Merindukan Surga

Gambar
Jika saat ini hidup terasa berat, masalah datang bertubi-tubi, dan jalan terasa sempit, jangan tergesa mengeluh atau berputus asa. Sebab setiap detik kesulitan yang engkau hadapi bukanlah tanpa makna — itu adalah cara Allah mengujimu agar imanmu tumbuh, agar hatimu semakin dekat kepada-Nya. Allah Ta‘ala berfirman: كُلُّ نَفْسٍۢ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةًۭ ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kalian akan dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya: 35) Ayat ini mengingatkan kita bahwa dunia bukanlah tempat istirahat, melainkan tempat ujian. Kadang Allah menguji dengan kesulitan agar kita tidak sombong, dan kadang dengan kenikmatan agar kita tidak lupa bersyukur. Maka jangan heran bila hidup tak selalu indah, karena dunia memang bukan surga. Kita sering lupa bahwa dunia hanyalah tempat singgah sejenak. Ke...

Batasi Kewenanganmu Jangan Melampaui Kewenangan Tuhan

Gambar
 Manusia sering kali lupa akan batas kewenangan dirinya. Ada yang begitu mudahnya menghakimi orang lain, seolah-olah ia memiliki mandat langsung dari Allah untuk menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah. Padahal, Allah adalah Hakim yang sebenar-benarnya, dan tidak ada satu pun manusia yang berhak mengambil alih peran tersebut. Kesalahan seorang hamba dalam hubungannya dengan Allah seperti kelalaian ibadah atau dosa pribadi adalah urusan hamba itu dengan Rabb-nya. Kita tidak punya hak untuk memaafkan, karena memaafkan hanyalah hak Allah. Kita pun tidak berhak membenci pribadinya apalagi mencacinya. Yang kita miliki hanyalah kewajiban untuk tidak setuju dengan perbuatannya dan, bila mungkin, mengingatkan dengan cara baik-baik . Allah berfirman: ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَـٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang ...